DPR Gelar Uji Kelayakan 14 Calon Hakim Agung

By Admin


Gedung DPR RI
nusakini.com, Komisi III DPR RI memulai rangkaian uji kelayakan dan kepatutan bagi belasan calon hakim agung dan hakim ad hoc Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (12/8/2026). Langkah ini merupakan bagian dari kewajiban konstitusional dewan legislatif untuk meninjau nama-nama yang sebelumnya telah disetorkan oleh Komisi Yudisial (KY).

Seluruh rangkaian seleksi ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut di kompleks Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. Para peserta juga diwajibkan menyusun sebuah makalah tertulis dan mengambil nomor urut sebelum berhadapan langsung dengan jajaran anggota dewan.

Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan, mengonfirmasi bahwa proses pengujian tersebut langsung bergulir sesaat setelah tahapan penyusunan makalah selesai. Pembuatan karya tulis itu sendiri diagendakan pada Rabu siang sebelum para kandidat masuk ke ruang uji kelayakan tepat pada pukul 13.00 WIB.

"Hari ini Komisi III melakukan tugas konstitusionalnya lagi untuk menerima hasil seleksi pansel Komisi Yudisial terhadap hakim agung dan hakim ad hoc pada Mahkamah Agung," ujar Hinca. Ia juga menambahkan bahwa keseluruhan rangkaian pengujian lisan ini diproyeksikan akan terus berlanjut hingga hari berikutnya.

Menurut skema yang disepakati panitia, setiap calon pengadil memiliki alokasi waktu maksimal enam puluh menit untuk memaparkan visi dan menjawab pertanyaan komisi. Targetnya, seluruh rangkaian tanya jawab bersama empat belas kandidat ini dapat rampung sepenuhnya pada Kamis (13/8/2026) malam.

"Besok malam mudah-mudahan sudah bisa mengambil keputusan siapa yang diterima, siapa yang ditolak atau apapun hasilnya dari masing-masing fraksi," kata politisi Partai Demokrat tersebut. Keputusan akhir dari delapan fraksi di Komisi III ini selanjutnya akan disahkan melalui mekanisme peresmian pada rapat pleno.

Keputusan final sangat bergantung pada objektivitas dan pandangan masing-masing dari delapan kelompok perwakilan partai politik di ruang komisi tersebut. Hasil pandangan mini fraksi itu senantiasa menjadi dasar penetapan figur yang dianggap layak menduduki kursi pimpinan di lembaga peradilan tertinggi negara.

"Jadi ada delapan fraksi nanti yang memberikan keputusannya lalu nanti diplenokan lalu kemudian diambil keputusannya," ucap Hinca menutup penjelasannya kepada awak media. Publik tanah air kini menanti hasil akhir dari proses penyaringan wakil tuhan yang diharapkan mampu menegakkan hukum secara adil.

Seleksi di Senayan ini menjadi tahapan penentuan paling krusial setelah para kandidat berhasil melewati saringan ketat di tingkat Komisi Yudisial. Pihak DPR terus berkomitmen merampungkan tugas pengawasan serta persetujuan ini sesuai dengan tata tertib hukum yang senantiasa berlaku di parlemen. (*)